DPRD Dorong Seniman Boyolali Terus Berkreasi

DPRD_Boyolali – Setelah 13 tahun  vakumnya wadah seniman di Boyolali, disambung dengan pelantikan Pengurus Dewan Kesenian Boyolali tahun lalu, pada Rabu (16/1) Dewan Kesenian Boyolali mengadakan Sarasehan Seniman Boyolali. Tampak perwakilan seniman dari 19 Kecamatan Boyolali memenuhi Gelanggang Anuraga yang beratapkan tenda putih tersebut.

Sarasehan ini dihadiri oleh Wabup Said Hidayat dan Ketua DPRD S. Paryanto, serta Dinas yang membidangi Kesenian di Boyolali, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Darmanto. Acara dibuka dengan teater yang menceritakan tentang kehidupan seniman dalam keseharian, yang memerlukan wadah untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul.

Supana yang merupakan Ketua Dewan Kesenian Boyolali, memberikan sambutan, setelah mengungkapkan terimakasih atas kepedulian Pemerintahan Daerah dalam Kesenian Boyolali dengan bukti hadirnya Wabup dan Ketua DPRD dalam Sarasehan yang digelar tersebut, dan juga diantaranya tentang kendala yang dihadapi Seniman Boyolali, yang dalam kehidupannya mengandalkan seni sebagai mata pencaharian.

“Nguri -Uri dan Nguripi”, Ungkap Ketua DPRD, selain melestarikan budaya hendaknya para seniman juga mendapatkan kehidupannya dari berkesenian, Beliau mencontohkan waktu Hari Jadi ke-68 DPRD Boyolali, mendatangkan 12 Dalang dan 21 Sinden asli Boyolali, ditambah bintang tamu Gareng yang dari Semarang. DPRD mendukung Dewan Kesenian Boyolali, Kalau perlu dianjurkan untuk berbadan hukum sehingga anggaran dari Pemerintah Daerah bisa dikucurkan. Beliau menambahkan Anggaran di Boyolali bersifat “Prasmanan”, disambut tepuk tangan para hadirin yang merupakan seniman dari Boyolali. “Tetapi harus tahu kebutuhannya, prasmanan disini kalau ambil juga harus bisa menghabiskan sesuai kebutuhan, tidak boleh membawa tas atau mengantongi”, Tambahnya.

Wabup, Said Hidayat dengan posisi bersila memberikan sambutan bahwa pentingnya pendataan Seniman dan Grup seniman yang ada di Boyolali, dengan data yang valid akan memberikan dampak positif dikemudian hari, Pendataan seni budaya dirasa sangat penting karena menjadi bagian dari dokumentasi. Seringkali kekayaan seni dan budaya hilang begitu saja ditelan zaman karena tidak didata. Dengan adanya data dan bukti tertulis, maka akan lebih mudah untuk upaya promosi dan preservasi lebih lanjut.  Di sela sela sambuta tersebut Wabup juga menyisipkan membaca sebuah Sajak.

Acara dilanjutkan dengan Sarasehan dengan mengundang Ilmuwan dari STSI, untuk menambah wawasan seniman Boyolali dalam berkecimpung dalam dunia seni. (Humas_DPRD)

 

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top