Perubahan Perda No. 16 Tahun 2016, Menambah Tiga Kecamatan di Boyolali

DPRD_BOYOLALI – Pasca turunnya persetujuan dari Kementrian Dalam Negeri dan setelah melalui beberapa pembahasan di panitia khusus (pansus) DPRD Kabupaten Boyolali, Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) Perubahan atas Peraturan Daerah No 16 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Boyolali, yang mengakomodir jumlah kecamatan yang dulunya berjumlah 19 menjadi 22 Kecamatan disetujui dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat DPRD Boyolali, Senin (4/2).

Ketiga kecamatan yang akan segera dibentuk tersebut yakni Kecamatan Gladagsari, Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Wonosamodro. Kecamatan ketiga merupakan usulan kecamatan yang telah berganti nama yang semula bernama Garangan, namun masyarakat menginginkan dua nama kecamatan yang kembar atau identik akhirnya diganti menjadi Wonosamodro.

Persetujuan dan penandatanganan dilakukan antara Bupati Boyolali yang diwakili oleh Wakil Bupati, M. Said Hidayat dan Ketua DPRD Boyolali, S. Paryanto, didampingi Wakil Ketua Fuadi, Tugiman dan Adi Maryono.

Salah satu fraksi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang disampaikan Indah Tri Wahyuni memandang bahwa Ranperda tentang pembentukan kecamatan yakni Kecamatan Musuk, Kecamatan Ampel dan Kecamatan Wonosegoro yang mengalami pemekaran wilayah telah memenuhi syarat.

“Dengan adanya pembentukan tiga kecamatan baru, diharapkan dapat meningkatkan efektifitas badan pemerintahan dan pelayanan publik, ke depan juga mampu mempercepat perkembangan pembangunan dan perekonomian wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M Said Hidayat mengucapkan terima kasih kepada tim pansus yang telah menggodok ranperda pembentukan tiga kecamatan yang baru. Hal tersebut menurutnya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap jangkauan akses pelayanan seperti fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, transportasi, perniagaan di wilayah kecamatan.

“Pembentukan tiga kecamatan baru tersebut merupakan respon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui aspirasi masyarakat Boyolali yang menginginkan pemerataan hasil pembangunan daerah sehingga mampu menjangkau ke wilayah yang jauh dari pusat kecamatan,” ungkap Wabup Said.

Sebagai informasi Kecamatan Tamansari merupakan pemekaran dari Kecamatan Musuk. Sementara Kecamatan Ampel dimekarkan yang pecahannya dinamakan Kecamatan Gladagsari. Kemudian Kecamatan Wonosamodro merupakan pemekaran dari kecamatan Wonosegoro dengan mengambil tiga Desa dari wilayah Kecamatan Kemusu yang dimasukkan ke wilayah kecamatan hasil pemekaran. Desa tersebut yakni Desa Guwo, Lemahireng dan Kauman.

Selanjutnya untuk Kecamatan Ampel untuk ibukota Kecamatan Gladagsari menempati Ibukota Ampel saat ini. Sedangkan Ibukota Kecamatan Ampel bakal ditempatkan di Desa Urutsewu.

Kemudian untuk Kecamatan Musuk yang dipecah menjadi Kecamatan Musuk beribukota di Desa Musuk saat ini. Sedangkan kecamatan baru bernama Kecamatan Tamansari berada di Desa Karangkendal. Adapun untuk ibukota Kecamatan Wonosegoro tetap berada di lokasi saat ini, sedangkan Wonosamodro beribukota di Desa Garangan. (Humas _DPRD)

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top